Friday, 8 March 2013

SEMANGAT YA!!!

Assalamualaikum wr. wb.
Salam Pagi semua, Ganbatte!!!
begitulah kata2 yang sering kita dengar disetiap pagi baik sebelum memulai pekerjaan, pelajaran dan bahkan ada teman-teman kita yang iseng-iseng atau memang ingin memberikan sebuah respon positif ke kita.
Yah, yah, yah, aku tahu kok kalau semangat itu adalah hal yang paling penting di muka "BUMI" ini, kenapa??? Banyak orang yang memiliki kemampuan yang luar biasa (contohnya siapapun yang baca ini), tapi tidak memiliki semangat yang kuat, yah bisa dikatakan dengan semangat krupuk ya (kalo disirem sama air bakal manyun). Bukankah sia-sia kelebihan yang diberikan oleh Tuhan yang kuasa jika tidak disertai dengan semangat yang kuat.
Ada juga banyak orang yang kurang mengasah kemampuannya tapi memiliki semangat yang tinggi, wah.. wa.. bakalan menajdi orang yang sukses tu orang. Yakin nggak?? bukankah kebanyakan orang-orang hebat yang ada di dunia inia dalah orang yang hidupnya serba keterbelakangan atau serba kekurangan, dengan semangatnyalah dia dapat mengubah "nasib" yang kurang mendukungnya menjadi nasib yang bisa dia kendalikan dengan tangannya sndiri.

MASALAH GA-LA-U
Kalo galau, siapa sih yang gak pernah galau. aku juga pernah galau lho, yah tapi jangan sampai kita gaau berlarut-larut. jangan sampai sesuatu menajdi batu kerikil penghalang untuk maju dan menjadi batu yang menyandung.
Aku pernah juga lho nanggis-nanggis karena berpisah dengan orang lain, yah seseorang itu berharga bagiku. (sampe 7 hari 7 malem nanggis di kamar).
tapi bagaimana cara kita mengendalikan otak kita untuk berhenti bersedih, menjadi bahagia dengan kemauan sendiri, kamu tau kan? kalo gak ada Surat Izin Bahagia. So, Move On Beb, jadilah orang yang kau inginkan, pasti itu bisa.

MASALAH CINTA
banyak kok orang yang tersandung karena cinta, tapi jangan jadikan kecintaan kita kepada orang lain itu melunturkan kecintaan kita kepada orang tua kita dan kepada yang mencipta.
yakinlah Tuhan akan memberikan apa yang kau butuhkan, bukan menberi yang kau inginkan.
LOVE U ALLAH... itu yang pantas!

Saturday, 2 March 2013

MUNGKIN AKAN DAN HARUS DISYUKURI

Mari teman-teman ucapkan selamat pagi, tebarkan sebuah salam untuk setiap insan yang engkau lewati, mendoakan mereka agar selamat dan mendapatkan keberuntungan dihari ini.
melanjutkan mimpi-mimpi indah yang pernah kita impikan selama ini, dan berdoalah semoga hari ini jadi hari yang indah, dan jangan lupa bersyukur akan karunia kehidupan dan iman yang telah diberikan oleh sang kuasa kepada kita semua.
mungkin kali ini aku ingin berbagi pengalaman dan segala hal yang sudah menyandung selama beberapa hari ini, Sebuah kisah klasik dalam mozaik-mozaik kenangan yang tak mungkin akan dapat terlupakan, bahkan akan selalu tersusun rapi didalam hati yang mungkin akan tak pernah merasa benar-benar sendiri.
Sebuah pengalaman yang tak akan dapat dilupakan oleh seorang anak manusia, pengalaman yang mungkin tak terlalu indah bagi orang-orang yang ada disekitar kita, tapi sulit untuk kita lupakan.
Percayakah teman-teman kalo 90% pengalaman yang paling indah bagi kita biasanya bisa membuat kita menanggis?? Yakin?? yah, buktikan dengan mengingat semua masa-masa indah yang pernah kalian lakukan.

Memang terkadang hal yang sangat sederhana berharga adanya, tapi bagi mereka yang mencari akan keindahan kesederhanan itu akan menganggap kesederhanaan itulah hal yang paling berharga..

bermimpi saat bersama, mungkin akan membawa kita untuk menuju esok hari yang lebih indah, memang tak mudah untuk mengimplementasikan semua mimpi-mimpi kita, tapi yakin aja kalo semua mimpi kita akan terkabulkan, hanya saja kapan dan dimana hanya sang pencipta yang tahu. Percaya kan?? karena tidaklah sang pencipta mencabut nyawa kita dengan kurang satu rizky kita, sang pencipta pasti akan memenuhi rizky kita sebelum mencabut nyawa kita.
Bersyukur, hal yang memang simple tapi jarang sekali dilakukan oleh umat manusia yang ada didunia ini, aku bersyukur dipertemukan dengan seseorang yang dapat mengubah hidupku 180 derajat. Bersyukur juga karena telah dipertemukan dengan kedua orang tua kita yang sangat bijaksana untuk menyayangi dan membesarkan kita semua.
Yah yah yah, bagaimanapun bergandeng tangan dengan seseorang yang nantinya akan menjadi seorang teman kita seumur hidup, menghabiskan waktu dengannya nanti. aku ingin menjadi sahabat selamanya, Ucapkan selamat pagi, kita lanjutkan beraktivitas untuk mengapai mimpi. tatap bersyukur, aku harap hari lainnya akan indahnya seperti hari selamanya. ^_^

Friday, 15 February 2013

pesan untuk seorang sahabat


SALAM SEMANGAT!
            Ini bukanlah sebuah cerita, tapi sebuah pesan dan kesan kepada seluruh pembaca yang ada diseantero jagat raya. Bukanlah bermaksud mengurui, tapi hanya memberikan semua pengalaman yang pernah saya alami.
            Terkadang ketika kita hidup disuatu tempat, kita akan banyak mendengar suara gaduh dari banyak orang. Suara-suara menjatuhkan yang tak mau melihat kita menjadi orang yang lebih baik. Perkataan sinis yang mengucapkan bahwa anda tak akan bisa melakukan sesuatu. Itu semua sudah biasa ada dimuka bumi ini, janganlah pernah mendengar ucapan sinis itu.
            Setiap manusia memiliki jatah untuk sukses yang sama. Bagaimana dengan kegagalan? Gagal memang memiliki jatahnya untuk dinikmati, tapi keberhasilan juga hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.
            Tak akan ada makan siang yang gratis, jika kau matipun mereka tak akan menemanimu didalam kubur. Jangan dihiraukan apa yang mereka katakan, jadikan perintah tuhan dan rasul-rasulmu sebagai acuan. Sebagaimana Tuhan membuat manusia, seperti itulah Tuhan menyayangi manusia.
            Apabila kita telah hidup lebih jauh lagi dan mengharapkan rejeki, tenanglah karena rejeki memang telah ditakdirkan oleh Tuhan dalam kadar yang sama. Tinggal bagaimana cara anda mengambilnya, cara yang baik atau buruk.
            Apabila kita telah hidup lebih jauh lagi dan mengharapkan jodoh yang anda inginkan, tenanglah karena jodoh memang telah ditakdirkan oleh Tuhan dalam kadar yang sama. Tinggal bagaimana cara anda mengambilnya, cara yang baik atau buruk.
            Sekarang tergantung diri kita masing-masing. Janganlah menjadi pribadi yang mudah menyerah jika mendengar kata-kata sinis. Jadikan kata-kata sinis sebagai acuan anda untuk tetap berpijak tegap didataran yang lebih tinggi. balas cemoohan dan hinaan mereka dengan keberhasilan kita, janganlah kita balas dengan cemoohan pula. Karena, disaat mereka sibuk membicarakan dan mengurusi kesalahan dan kelalaian kita, maka kita pula harus sibuk memperbaiki diri kita. Beli mulut orang-orang yang dulu menghinamu dengan kesuksesan yang ada pada dirimu.
            Orang yang berkata sinis dan pesimis hanyalah orang-orang yang kehidupannya sebatas itu-itu saja, dia tak mau orang menjadi lebih baik dari pada dirinya. Untuk menjadi orang yang hebat memang butuh pengorbanan: kehilangan nama baik dan rela dibenci banyak kalangan, jatuh bangun bahkan terbanting dengan kuat, ditinggalkan sendiri tanpa ada satu orangpun yang mau bergabung dengan kita, dan yang pasti masih bayak lagi. Orang sukses bukanlah orang yang berjuang dengan cara yang biasa, tapi orang yang berjuang dengan cara yang sangat  tidak biasa, melawan hukum alam walaupun itu hakikatnya. Orang suksees bukanlah orang yang berjuang setengah-setangah, tapi orang yang berjuang dengan penuh keyakinan dan kefahaman yang benar. Orang sukses juga bukanlah orang yang melupakan orangtua, orang lemah, guru, dan orang yang ada dibalik kesuksesannya.
            Sebagai pelajar dan mahasiswa, kita tak berbicara tentang tulisan hitam yang tertuliskan angka-angka diatas kertas putih yang bernama: raport, Ijazah, KHS dan lain-lain. Tapi tentang apa yang telah kita lakukan demi kelangsungan hidup orang-orang yang ada disekitar kita, apa manfaat kita yang hidup disekitar mereka. Karena kita pemuda, sebagai agen perubahan keadaan rakyat untuk menjadi lebih baik.
            Saya bersyukur dipertemukan dengan orang-orang tangguh, dan saya juga berharap agar semoga saja para pembaca juga termasuk sebagai orang yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, maka janganlah berkecil hati jika kau mengalami kesulitan dan kegagalan dalan satu hal tertentu. Karena kau pasti bisa di hal lain yang lebih baik untukmu.
            Jadilah diri anda sepenuhnya, jadilah diri anda dengan sepenuhnya, jadilah diri anda tanpa memakai barang mewah milik orangtuamu, tapi barang jelek dan buruk yang kau usaha sendiri dengan jerih payah keringat yang bercucuran. Karena makna perjuangan itu akan setelah engkau merasakan nikmatnya apa yang kau miliki adalah seutuhnya hasil jerih payah perjuangan dirimu.
            Biar kita terluka, biar kita terhina, tapi hidup kita penuh warna. Saatnya kita menghadap kesemesta, memekarkan sayap garuda untuk mengapai apa yang kita inginkan. Untuk menebar senyum pada semua orang yang ada dimuka bumi ini. Tak akan ada orang bisa tanpa mencoba.
            Jadilah orang cerdas yang selalu memikirkan sesuatu dengan pemikiran yang menjangkau masa depan. Bukanlah hanya menjangkau masa sekarang yang sedang dinikmati. Jadilah dirimu sendiri! Karena kemarin hanya sejarah, hari ini anugerah dan hari yang akan datang adalah misteri.
            Jika kita merasa akhlak kita masih kurang, marilah kita perbaiki. Sebaik-baiknya orang pasti punya masa lalu, sedangkan seburuk-buruknya kita masih punya masa depan untuk menjadi lebih baik. Jikalau usahamu untuk memadamkan api besar dengan setetes air tak berhasil, maka Tuhan tak akan melihat apakah api itu padam ataukahh tidak. Tapi Tuhan akan memandang usahamu yang berat itu. Seperti itulah, janganlah kamu menyerah dan berkecil hati jika usahamu masih kurang, karena usaha itulah yang akan kita pertangung jawabkan kelak.
            Karena kita memang manusia yang tak sempurna, dan memang tak akan pernah sempurna. Karena ketidak sempurnaan itulah yang membuat manusia sempurna. Tetap sukuri apa yang kita punya, setiap waktu kita menikmati anugerah hidup yang diberikan Tuhan dan itulah yang pantas kita miliki.
PESAN KEPADA SEORANG CALON APOTEKER DARI SEORANG CALON DOKTER (SAHABAT DEKAT YANG JAUH DISANA)
            Ingatkah kamu sahabatku saat kita keliling kota Palembang, menikmati malam dengan makan bersama berdua. Bersenda gurau, bercanda, mengomentari apa topik yang hangat untuk dibicarakan. Pergi jam tujuh malam dan pulang jam duabelas malam. Bahkan pergi jam empat sore dan pulang jam tiga pagi.
            Kita seriang bercerita tentang kehidupan kita satu sama lain, kau membanggakan almarhum ayahmu yang baik itu, dan aku membanggakan ayahku yang super hero ini. kita sering menceritakan wanita-wanita yang sering kita taksir atau pengen digebet. Sering pula bercerita tentang film kartun seperti Naruto, Hunter X Huter dan lain-lain.
            Kita sering berpuasa bersama, shalat bersama, ikut pengajian bersama, ke Universitas Sriwijaya bersama, dan masih banyak lagi hal yang kita kerjakan bersama. Aku mengajakmu untuk ikut Pramuka, kamu mengajakku untuk ikut Lembaga Dakwah kampus. Kita berdua saling melengkapi dan bertukar cerita, indah nian untuk dikenang kawan, kau kawan yang mengajarkan hal yang baik, mengajarkan yang hak, dan tak menjerumuskan ke api neraka, belum aku dapatkan teman yang sepertimu.
            Setelah semester dua, kau masuk ke Dewan Perwakilan Mahasiswa dan aku masuk ke Badan Eksekutif Mahasiswa. Kita saling berbagi tugas, menghormati hak yang satu dengan yang lainnya. Aku bangga akan hal itu, kita adalah orang yang tak mudah patahkan oleh siapapun. Kita tak takut dan tak pernah takut dengan apapun, kita selalu membela hak-hak mahasiswa/i dan hak-hak orang-orang yang ada disekitar kita.
            Aku mengajakmu masuk ke Ikatan Remaja Masjid Agung yang sederhana, tapi kau mengajakku ke Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang sangat luar biasa aku mendapatkan ilmu disana. Kita akan menjadi orang alim bersama, kemasjid bersama, mendapatkan banyak pengetahuan baru bersama, kita berekpedisi keliling Sumatera dan Indonesia bersama dan kita mengunjungi tempat bersejarah bersama.
            Kau sering mengucapkan kalimat ini, “Agus, aku belum banyak tahu tempat-tempat di Palembang ini. aku belum banyak tahu ilmu pengetahuan. Kau mengajarkan aku biar tau Gus.”
            Aku selalu mengucapkan kalimat ini, “Arif, aku belum banyak tahu tentang agama, kebijaksanaan dan kebaikan. Kau memberitahuku bagaimana cara menjadi seperti itu.”
            Banyak sudah jalan yang kita lalui, banyak sudah ilmu yang kita gali bersama, banyak sudah organisasi yang kita ikuti dan kita tapakkan kaki kita disana, tiga negara telah menjadi saksi persahabatan kita. Tiga puluh tiga propinsi yang telah melihat kita selalu berdua.
            Tapi sejak pengumuman SNMPTN itu, aku dan kamu langsung berubah. Diakhiri dengan perjalanan kita ke Lampung yang melelahkan itu, diakhiri dengan makan mie tek-tek di pelataran Sungai Musi yang lebar dan panjang itu.
            Terasa dunia hancur, terasa air mataku ingin tumpah, tak tertahankan lagi. Persahabatan kita yang berusia muda, harus terpisahkan oleh jarak yang jauh sekali. Kau diujung selatan Pulau Sumatera sedangkan aku di ujung utara. Apakah memang kita harus saling melengkapi kawan? Utara dan selatan, akan menjadi lagenda persahabatan yang tak akan pernah hancur ditelan zaman.
            Saat kita menjadi sukses. Dirimu menjadi seorang apoteker dan ku menjadi seorang dokter, kita berdua akan membawa perubahan besar menuju dunia yang lebih baik. Mengantikan lagenda Hipokrates, Higea, Avicena, Aviceroz dan lagenda kesehatan lainnya. Dan kita akan dipelajari dalam sejarah reformasi ilmu kesehatan nantinya. Karena itulah guna Mozaik kehidupan yang akan disusun menjadi mozaik kemenangan dalam cerita album klasik. Aamiin, ya rabb.

Wednesday, 13 February 2013

BARU TERSADAR AKAN 10 FEBUARI 2013

Ingatkan akan suatu bintang yang ada dilangit yang cerah. mungkin kita dapat melihatnya dan memberinya nama Avena? bagaimana dengan bintang kedua yang bersinar agak terang yang ikut menyinari AVENA? kita beri dia nama AVITATI. bagaimana bisa sebuah bintang yang terang seperti AVITATI bisa membantu AVENA dan melindunginya dengan sinar cahyanya yang terang.
Oh bukan begitu!  bukankah mereka memiliki kebutuhan yang sama dan tak pernah bertemu akibat orbit yang berbeda. mimpi AVENA adalah mimpi AVITATI juga, mimpi AVITATI kurang lebih mimpi AVENA juga.
aku bukanlah laki-laki yang menginginkan cinta dari siapapun lagi, bahkan jika itu seorang wanita yang dulu pernah aku damba-dambakan. aku yakin dengan semua yang ada padaku, kekuranganku, kelebihanku bahkan semua kecacatan yang ada padaku.
Sekarang bukan saatnya untuk mengejar AVENA, sekarang adalah saatnya mengejar cita2 yang tergantung erat dibibir matahari.
kelebihanmu sangatlah banyak AVENA, sekarang kau telah mekar menjadi SUPERNOVA "Yang apabila bintang telah pecah seperti bunga mawar/kilauan minyak". kini kau adalah SUPERNOVA, bukan lagi AVENA. dan aku tetaplah AVITATI, tak lebih dan tak lebih.
jangan takut akan kesendirian, sungguh walaupun dikonstelasi gelap walau sunyi, sungguh kau memang tak pernah benar2 sendiri, sehingga akhirnya kau akan mengorbit jauh mengikuti bintang2 yang keluar dari galaxsi bima sakti. indah, indah, dan indah bukan???
Apabila kau sakit hati karena cinta maka "Naiklah ke gedung yang tnggi atau naik ke pohon kelapa yang paling tinggi, lihatlah dibawah, masih banyak yang menanti cintamu." 
aku senang karena kau telah menemukan galaxi spiral baru yang mungkin bisa mengayomimu, galaksi setia yang akan mengikat dirimu dalam ikatan suci yang saling janji untuk berbakti pada ILLAHI.
aku senang, aku ingin, aku tak mau ketinggalan saat bahagiamu, AVENA yang telah menjadi SUPERNOVA terindah di Alam semesta ini.
AVITATI adalah aku yang akan selalu melihat ke angkasa, meraih semesta dan melindungi banyak orang yang aku sayangi. termasuk adikku. 
Kenapa mimpimu dan mimpiku sama, kenapa mimpimu dan mimpiku dahulu tanggal 11 Juli 2011 dapat terkabulkan pada tanggal 10 Februari 2013. Yakinlah, apapun mimpimu itu, pasti terkabul, tapi hanya tinggal menunggu waktu. 
Mimpiku di Monas bersamamu, mimpiku di Istiqlal bersamamu, dan mimpiku di Istana bersamamu.
Ya Allah berikanlah dia kebahagian dihari pernikahannya nanti, aku siap sedia membantu apapun itu, karena hal yang baik seperti itu haruslah aku ikut membantu.
Ya Allah sempatkanlah aku melihat saat bahagianya nanti, untuk memenuhi hak saudaraku ini atas aku. haknya untuk dihadiri dalam walimatul ursy.
Semoga kita akan bertemu lagi dalam keadaan yang berbeda apapun itu....
Allahuakbar

Friday, 1 February 2013

kuliah hukum cita-citaku


“Duarrrr” bunyi pintu yang dibuka dengan kasarnya. Dibawah kerumunan hujan yang menyelimuti atap rumah dengan airnya.
Tiba-tiba Antonio dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah tanpa membuka sepatu lagi, “Assalamualaikum, Ayah aku masuk UGM lho. Ini surat penerimaannya.” Sambil menyerahkan secarik kertas kepada ayahnya.
            Ayahnya langsung memukul kepalanya, “Ayah nggak peduli kamu mau masuk mana aja, yang penting kalo masuk rumah itu harus buka sepatu.” Begitulah bunyi repetan keras dari ayahnya.
            Sambil mengusuk-ngusuk kepalanya yang sakit karena dipukul ayahnya tadi, Antonio makin menjadi-jadi, “Ayah, aku kan masuk UGM, bangga kan??”, sambil mengoda ayahnya.
            Ayahnya langsung bingung dan menaruh perhatiannya kepada Antonio, “UGM?? Jurusan apa ya Ton?” ayahnya bertanya sambil memegang dagunya sambil berfikir.
            “Iya ayah, aku dapat PMDK di UGM dengan jurusan HUKUM!” serunya sambil berteriak kegirangan. “Aku dari dulu punya cita-cita jadi pengacara dan hakim ayah. Keren kan?” sambil menggoda ayahnya.
            “Pengacara? Kamu masuk Hukum? Yang bener?” ayahnya kembali meyakinkanya. Melototi mata Antonio yang sedang senang karena diterima di Fakultas Hukum.
            Antonio langsung membusungkan dadanya. Dengan yakinya dia berkata, “Iya donk ayah. Kenapa memangnya yah?” dia kembali bertanya kepada ayahnya.
            “Kalau kamu ambil, jangan coba-coba kembali kerumah ini lagi.” Ayahnya Antonio langsung meremas kertas itu dan melemparnya ke arah kotak sampah.
            Antonio langsung mengambil kertasnya lagi, “Tapi kan aku pengen masuk hukum ayah. Bagaimana ni?” dia mencoba membujuk ayahnya lagi.
            “Pokoknya cari jurusan lain! Kalo masih ngotot masuk hukum. Jangan lagi pernah menginjakkan kaki dirumah ini. titik.” Ucap ayahnya dengan nada kesal.
            Antonio yang frustasi langsung keluar rumah untuk menenangkan diri. Dibawah atap warnet yang teduh, dibalik biliki-bilik komputer yang berjajar rapi diantara sekat-sekat triplek yang bercatkan dengan warna biru. Antonio mencari informasi kuliah lainnya, ada STSN, Akmil, STIS, STAN dan lain-lain. Lama-lama dia menjadi bingung sendiri ingin masuk kemana nantinya.
            “Aduh, ujian sudah selesai. Pengumuman udah selesai. Bagaimana ni? Masa aku jadi pengangguran terselubung lagi.” Fikirnya dalam hati.
            Tak terasa azan isya sudah berkumandang, tak terasa pula sudah dua jam Antonio duduk dibilik warnet tersebut.
            “Buuuurrrr...” begitulah suara air hujan yang jatuh dari atas langit. Membasahi atap warnet dan membuat dingin suasana.
            Tiba-tiba HP Antonio berdering, “Asslamualaikum mama, ada apa ya?” langsung mengucapkan salam kepada mamanya yang menelpon.
            Suara mamanya yang agak besar itu langsung mengatakan, “Nak, pulang ya sekarang. Udah malam, kamu jangan frustasi gara-gara dilarang masuk hukum oleh ayahmu.” Tanpa banyak bicara lagi, mamanya langsung mematikan telpon.
            Antonio langsung saja menerobos hujan, walaupun badannya terasa agak meriang. Dengan kecepatan tinggi, nggak memakai jaket, dan hanya memakai kaos oblong. Mungkin kalian bisa membayangkan bagaimana dinginnya.
            Setelah sampai dirumah, dia langsung mandi dan memakai selimut. Mamanya yang agak sedikit prihatin langsung berkata, “Nak, kamu kenapa? Kedinginan ya? Ntar ya mama ambilkan tolak angin dulu.” Sambil berjalan ke kotak P3K keluarga yang menempel didinding ruang keluarga yang luasnya delapan kali depalan itu.
            Sambil mendekati tubuh anaknya yang berbaring dikasur ruang tengah itu, “Kamu juga pulang malam-malam, gak pake jaket, terus gak pake jas hujan lagi. Untung ayahmu lagi ada rapat masjid. Kalo nggak bisa dimarahi kamu nak.”
            Antonio langsung beranjak dari kasur dan mendekati pangkuan mamanya, “Ma, iya. Aku gak bakalan pulang malem, nggak pake jas hujan dan akan selalu pake jaket. Aku janji.” Sambil tersenyum sedikit kepada mamanya yang sedang memangkunya.
            Mamanya langsung membuka bungkus tolak angin sambil mendekatkannya kemulut Antonio, “Ini ya, makan ni tolak angin. Sampai habis, jangan ada yang disisakan.” Sambil memasukkan tolak angin kemulut anaknya, mamanya langsung sambilan memberikan ceramah kepada Antonio, “Kamu ini, lain kali nurut sama kata-kata orang tua. Kalo kamu bantah kan jadinya kayak gini!” seru mamanya.
            “Iya ma.” Tiba-tiba Antonio langsung muntah tolak angin. Sehingga mulutnya mengeluarkan cairan tolak angin yang berwarna hitam ke coklatan.
            “Assalamualaikum.” terdengar suara seorang laki-laki yang mengucapkan salam sambil membuka pintu belakang rumah. Ternyata itu adalah ayah Antonio yang baru pulang dari rapat harian penggurus masjid yang ada dikomplek rumahnya. Ayah Antonio adalah seorang arsitek ternama di Propinsi tempat dia tinggal, jadi ayahnya akan menjadi perancang bangunan masjid yang akan direnovasi nanti.
            Ayahnya langsung masuk kerumah dan melihat mulut Antonio mengeluarkan cairan hitam muntahannya tadi. Tanpa banyak bertanya lagi ayahnya langsung marah, “Kamu ini, belum masuk Fakultas Hukum, udah berani minum-minuman keras.” Ayahnya langsung memukul kepala Antonio. “Jangan gara-gara nggak ayah izinkan masuk hukum kamu mabuk-mabukan kayak gini.” Tamparan kedua langsung melayang ke wajah Antonio.
            “Ayah.. ayah jangan dupukul Antonio.”, mama Antonio langsung melarang untuk memukul Antonio lagi. “Dia bukan minum-minuman keras, tapi dia tadi baru aja makan tolak angin, ayah.” Ucap mama Antonio sambil mengaruk-garuk bagian atas kepalanya.
            Ayah Antonio langsung berhenti memukul, “Ohhh... berarti ayah salah ya ma? Hehe.” Sambil tertawa kecil. Beberapa saat kemudian, bukannya merasa bersalah ayah Antonio malah tertawa bersama-sama dengan mama Antonio.

Tuesday, 25 December 2012

AKU AKAN KE SRAGEN


“Horeee, akhirnya aku masuk final.” Teriakku didalam kelas petak yang sepi. Langsung teman-temanku banyak yang terbangun dari tidurnya, maklum jika nggak ada guru kebanyakan dari kami tidur di dalam kelas.
            Herpi yang terbangun dari tidurnya langsung bertanya kepadaku, “Wahai Agus yang sedang senang, ada apa gerangan. Final apakah yang Agus ikuti?” dengan nada lebainya
            “Nggak ah Pi, kemaren aku ngirim karya ke UNS. Karyaku masuk final Pi.” Teriakku, sambil menuju kantor untuk membuat dispensasi. Dikarenakan aku akan pergi ke Solo besok.
            Banyak orang yang bertanya-tanya. Mereka bingung kenapa aku sangat senang dan girang, karena biasanya jika aku pergi-pergi ke level nasional biasa-biasa aja, nggak senang dan segirang ini. Hingga salah satu temanku bertanya kepadaku yang sedang membawa surat dispensasi.
            “Gus, kenapa kau senang sekali ikut final lomba itu? Kan Cuma ke Solo.” Ujar Wahyu sambil melihat surat dispensasi yang ada ditanganku.
            Aku langsung memasukkan surat dispensasi kedalam tasku. Aku langsung diam sejenak menenangkan diri. Menarik nafas sambil melihat ke arah luar jendela. “Aku bukan senang dengan pergi ke Solonya Yu. Aku senang, nanti aku bisa ke Rumah Sakit Kariyadi untuk melihatnya, dan bertemu dengannya lagi. Kemaren nggak sempet ketemu Yu, dia keburu pergi.” Setelah mengucapkan kalimat tersebut aku langsung pergi ke asrama untuk membereskan pakaian lalu memasukkannya kedalam tas eiger milikku.
            Seperti biasa aku menunggu di ruang keberangkatan Bandara Depatiamir Kota Pangkalpinang. Akhirnya pesawat Sriwijaya Air yang akan aku tumpangi datang juga, semua penumpang langsung masuk kepesawat. Aku baru tahu kalau nggak ada pesawat yang langsung ke Solo. Aku harus transit dahulu ke Soekarno Hatta, barulah langsung meluncur ke Bandara Adi Soemarmo Solo.
            Aku langsung dijemput oleh kakak-kakak yang berasal dari UNS. Suasana klasik Kota Solo yang sangat menghormati buadaya aslinya. Aku langsung digiring kesebuah wisma yang letaknya tak jauh dari UNS. Didalam wisma itu aku bersama dengan beberapa peserta lainnya, ada yang dari Jakarta, Manado, Palembang, Medan dan Bogor. Aku langsung berbaring sejenak dikamarku, aku membayangkan sebentar lagi aku bisa bertemu dengan Intan. “Bagaimana ya kabarnya sekarang? Aku jadi penasaran.” Lamunanku langsung dikacaukan oleh seorang yang kurus ceking, seingatku namanya Petrik, ya dia Petrik seorang pria yang kayak homo berasal dari manado. Ya, mungkin anda bisa membayangkannya seperti Mongol Standup Comedy.
            “Kok kita senyum-senyum sendiri dari tadi?” anak kurus ceking itu langsung mengalihkan permasalahan, setelah dia tusuk pantatku dengan sebatang pena tadi.
            Sambil memegang pantat yang kesakitan aku langsung menjawab perkataannya, “Kita senyum? Kalo aku senyum karena ada deh. Mau tau aja kamu.” Seruku.
            Dia langsung tersenyum kepadaku, “Kita dari mana bang? Saya dari Manado.” Sambil mengajakku berjabat tangan.
            Aku langsung menggaruk kepalaku sambil tersenyum, “Kita? Bukannya kita baru kenal. Kok nanya kita dari mana.” Aku langsung bingung kenapa dia bilang “kita”.
            “Kita itu artinya, kamu bang. Jadi kamu dari mana?” jelasnya kepadaku sambil tertawa terbahak-bahak.
            “Aku dari Bangka, kamu dari Manado? Jauh kali ya.” Aku terkagum melihat orang jauh ini. terlihat dari matanya cerminan orang pintar.
            Setelah mengakhiri percakapan konyol kami, makan malam pun dimulai. Kami langsung keruang pertemuan untuk memulai menyantap makan malam yang telah disediakan. Aku dan Petrik langsung mengambil makanan yang dihidangkan secara prasmanan. Suasana ruangan yang mewah, dihadiri para tamu undangan. Termasuk Rektor UNS saat itu, setelah habis menyantap makan malam. Kami kembali ke meja prasmanan dan mengambil makanan lagi untuk yang kedua kalinya. Ya, memang kami berdua memiliki jiwa yang sama.
            Kami melalui lorong terang yang disana terbentang karpet merah, kami langsung pergi ke kamar tanpa mendengarkan pengarahan dari Rektor UNS yang sedang memberikan pengarahan.
            Sambil berjalan dan membuka pintu kamar wisma, Petrik langsung bicara kepadaku, “Kamu kok langsung masuk ke kamar Gus?”
            Aku langsung tersenyum dan menjawab pertanyaannya dengan kalimat yang simpel. “Sampean kenapa masuk?” serentak kami berdua langsung tertawa sambil berguling-guling di kamar.
            Ruang redup yang luas, dihadiri oleh ratusan penonton, tiga dewan juri dan penanya. Akhirnya hari ini kami berkumpul di aula untuk mempresentasikan hasil penelitian kami. Aku mendapatkan nomor urut dua, ya sesuai dengan nomor kesayanganku. Akhirnya waktuku maju telah tiba, aku mempresentasikan tentang nasib anak penambang timah yang ada di Bangka. Waktu yang diberikan kepadaku hanyalah sedikit, cuma limabelas menit karena masih banyak peserta yang ngantri.
            Setelah selesai membacakan sebanyak lima puluh tiga slide selama duabelas menit. Aku langsung dihujani pertanyaan oleh para penguji yag notaben adalah Profesor dan ahli atau pakar.
            Pertanyaan pertama yang sangat membuatku terdiam sejenak adalah, “Kenapa anda memilih dan tertarik untuk judul ini?” sang penguji langsung bertanya.
            Aku terdiam, menarik nafas dan berkata, “Karena, dulu waktu sekolah saya adalah anak nakal, dan banyak berteman dengan orang-orang yang seperti ini.” begitulah dengan singkatnya aku menjawab.
            Setelah beberapa pertanyaan dilontarkan bertubi-tubi kepadaku. Giliranku selesai dan sekarang adalah giliran Petrik yang maju kehadapan penonton. Ternyata judul yang dia ajukan lebih aneh dari pada judul yang aku ajukan, “Belajar Fisika Lebih Menyenangkan” begitulah judul yang dia ajukan ke UNS. Beberapa menit berlalu, dia langsung dihujani pertanyaan oleh penguji.
            Salah satu Profesor yang ada disana langsung mengambil kaca matanya dan akan mulai membunuh Petrik, “Ya dek, saya lupa bawa buku. Jadi pertanyaan saya mudah, anda bisa membuat persamaan benda jatuh dengan ditahan oleh papan yang bengkok kearah kiri dan kanan dengan sudut enam puluh derajat? dan hukum apa yang digunakan?” setelah bertanya bapak itu tiba-tiba tertawa.
            Mungkin karena bingung atau kenapa, Petrik langsung terdiam memasang wajah pucat dan mulai menjawab. “Maaf pak, saya kurang mengerti fisika.” Sambil tersenyum kecil dan memegang belakang lehernya.
            Bapak itu sepertinya mau marah, “Judul kamu kan Fisika mudah, kenapa kamu sendiri kurang mengerti fisika? Bagaimana kamu ini.” cercanya.
            Setelah tampil kami berdua langsung pergi jalan-jalan keluar, aku langsung mencari tahu dimana letak Rumah Sakit Kariyadi. Aku langsung bertanya dengan orang sekitar. Ternyata tak jauh juga dari sini.
            Sambil berjalan keliling Petrik berkata, “Gus, kamu mau kemana sih?” sepertinya Petrik mulai kelelahan karena mengikutiku.
            “Aku nyari Rumah Sakit Kariyadi, katanya disekitar sini.” Ujarku sambil meneruskan perjalanan kami.
            Dia sepertinya bingung dan bertanya lagi kepadaku, “Nyari siapa disana Gus? Kerjaanmu aneh-aneh sekali Gus.”
            “Mencari seseorang.” Aku langsung tersenyum dan melihat kearahnya. “Kau tak akan mengerti, karena kau belum tahu masalahnya.” Aku langsung merangkulnya dijalanan yang ramai sekali dengan pedagang yang menjajakan dagangannya.
            Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam dengan jalan kaki, kami langsung mencari mobil bus menuju ke arah Rumah Sakit tersebut. Aku langsung masuk dan mencari kursi yang enak buat kami istirahat. Beberapa saat diperjalanan kami langsung mencari bejak, tanpa bertanya dan nego harga lagi kami langsung naik dan menuju Rumah Sakit Kariadi.
            Aku langsung menuju ke resepsionis dan bertanya, belum mendapatkan jawaban dari resepsionis aku belum puas. Aku tetap mencari dimana dirinya bertanya kepada perawat lalu keliling Rumah Sakit. Tapi hasil yang aku dapatkan nihil. Didalam hiruk pikuk sarana medis ini aku hampir saja putus asa. Aku langsung duduk dikursi tunggu sambil menunduk karena putus asa.
            Petrik langsung memegang pundakku dan berkata dengan bijaknya, “Aku mengerti sekarang, bagimu dia seorang yang berharga ya.” Sambil melihat kearah wajahku, “Tegakkan kepalamu, aku akan bantu mencari. Coba hubungi dirinya, bisa kan?”
            Aku langsung tersadar dengan ucapannya, aku langsung menegakkan kepalaku dan mengambil handphoneku. Aku langsung menelpon nomor HP-nya, “Kenapa nggak diangkat.” Desah susahku dalam hati, diantara keramaian aktivitas rumah sakit.
            Sudah sepuluh kali aku menelpon, tapi nggak diangkat juga olehnya. Aku bingung, aku langsung menelpon Ibunya, meminta keterangan dimana sekaang dia berada. Ternyata sekarang dia tidak dirumah sakit lagi, dia sekarang ada di Solo.
            “Dispensasiku tinggal dua hari lagi, ya wajarlah kan hanya untuk ikut kegiatan ini saja. Nggak untuk jalan-jalan.” Ungkapku kepada Petrik.
            Petrik langsung memotivasiku, “Aku juga Gus, tapi yang jelas kita harus menemukannya dulu.”  Petrik langsung mulai menarik tanganku agar bergegas kembali ke Solo. Kami langsung naik bus lagi untuk kembali ke Solo.
            Perjalanan Solo Semarang yang sangat melelahkan hari ini, ditengah bisingnya suasana kota klasik itu kami bergegas berlari menuju ke alamat yang diberikan oleh ibu Intan. Akhirnya kami memintabantuan kepada teman kami salah satu peserta yang berasal dari Solo.
            Aku langsung menunjukkan sebuah alamat kepadanya, “Tolong antarkan aku kealamat ini, tolong banget ya. Kamu tahu kan?” sepertinya aku agak memaksanya untuk membantuku, karena perasaanku sudah agak panik.
            Akhirnya laki-laki itu iba kepadaku, “Baiklah, ayo kita cari. Nanti ya, kita cari angkot dulu.” Ucap Dimas yang sudah siap membantuku. Dimas langsung mengajakku naik angkot yang ada diterminal. Kami langsung mencari dimana alamatnya, Jalan Asoka.
            Hilir mudik, sekarang matahari sudah mulai bersembunyi. Tik... tik..., kami langsung berlari mencari tempat teduh di Alun-alun Kota Solo karena air yang keroyokan udah turun dari langit.
            Aku langsung mengambil HP-ku untuk mengirimkan pesan singkat kepada Intan, sambil menoleh kearah Dimas aku berkata, “Kira-kira masih jauh Dim?” tanyaku kepada Dimas yang sedang membersihkan bajunya dari percikan air hujan.
            Dia langsung melihat dan menunjuk kearah utara dengan jari jempolnya, “Saya rasa disana lalu belok kanan.” Dengan bahasa yang medoknya.
            Petrik pun mulai berkata ngawur, “Ayo sekarang kita kesana, sebentar lagi akan gelap ni.” Sambil berlari kearah utara. Kami melihat Petrik yang berlari hanya bisa terdiam sejenak karena bingung, lalu berlari mengikuti Petrik yang sedang melawan hujan.
            Kami terus berlari kearah Utara. “Belok kanan, ayo ikuti aku.” Ajak Dimas yang ada didepan sambil memimpin kami berlari. “Asoka 7B. Ini tempatnya.” Dimas langsung menunjuk sebuah rumah yang ada disana.
            “Assalamualaikum, assalamualaikum.” Aku langsung memencet bel  rumahnya. Aku menunggu, dan “Tap!” bunyi knock pintu rumahnya, seperti sudah dibuka oleh seseorang berjilbab lebar, gemuk dan tingginya hampir sebahuku.
            “Intan? Benar?” aku memastikannya, karena delapan bulan sudah kami tak bertemu, ternyata membuatnya telah jauh berbeda. Dia sakit selama delapan bulan, sempat koma selama dua bulan. Dia diam sejenak, memasang wajah bingung sambil berkata, “Iya, kamu siapa ya? Mau cari siapa?” dia balik bertanya dengan nada datar dan dingin.
            “Aku Agus, tau nggak? Temenmu dulu dari SMP. Kita dulu deket lho Tan, sering main sama-sama dan jalan sama-sama.” Aku coba meyakinkan, aku bingung kenapa dia tiba-tiba bisa lupa denganku. “Apakah dia hanya main-main.” Tanyaku dalam hati.
            “Aku nggak kenal siapa kamu. Sungguh! Aku nggak kenal.” Sepertinya dia sudah mulai ketakutan, karena nada bertanyaku tadi seperti memaksa. Aku langsung menjadi agak panik dan kesal, aku langsung memgang bahunya sambil mengoncang tubuhnya, “Hey, aku Agus, temen dekatmu. Kita dulu kesekolah sama-sama, pulang sama-sama. Kita dulu main sama-sama. Kamu dulu nganterin aku ke asrama, jalan bersama ... bla.... bla... bla...” rentetan kata-kataku yang panjang dengan nada kasar sambil mengoncang badannya.
Tapi dia hanya diam, tak membalas kalimat rentetan yang panjang dariku, “Dan aku menyayangimu, aku berjuang sampai sekarang untuk bertemu denganmu, untuk melihat wajahmu, kenapa? Apa sekarang kau sudah lupa denganku? Kenapa?” banyak kalimat tanya yang keluar dari mulutku untuknya. Tiba-tiba air mataku menetes satu persatu.
Tiba-tiba Intan langsung memasang wajah marah dan berteriak, “Mbah, tolong ada orang aneh menganggu Intan. Mbah tolong!” setelah dia berteriak, datanglah sosok wanita tua akan keluar rumah. Setelah melihat wanita tua itu kami langsung berlari mejauh karena takut dikira orang jahat. Aku berlari sambil meneteskan air mataku, melewati alun-alun kota.
Setelah dua hari berlalu aku langsung pulang keasrama. Aku mengambil sebuah album usang yang berisikan foto-foto ketika aku dan dia ketika masih berseragam putih biru. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi dengannya sekarang. “Apakah dia pura-pura ataukah memang begitu?”
Aku punya ide untuk bertanya kepada ibunya dirumah, aku langsung menelpon kendati apa yang sedang terjadi pada buah hatinya itu. Setelah berbincang selama setengah jam, aku baru tahu kalo waktu MOS SMA dia terjatuh dan kepalanya terbentur. Memang awalnya tidak berdampak apa-apa. Hingga akhirnya dua bulan kemudian dia terkena sebuah penyakit yang menyebabkan pembuluh darah diotaknya pecah, hingga membuat dia koma selama dua bulan di RS Kariyadi.
Setelah beberapa bulan dari koma dia mengalami Transiet Global Amnesia, yaitu kehilangan ingatan sementara. Dia seharusnya sudah kelas dua sama sepertiku, tapi sekarang dia mengulang dari kelas satu SMA kembali, dikarenakan dia sudah lebih dari delapan bulan tidak masuk sekolah karena sakit. Akhirnya dia dipindahkan di sebuah sekolah negeri yang ada di Surakarta.
Setelah mengetahui hal tersebut aku langsung searching di mas google tentang cara pengobatan amnesia sementara tadi, ternaya salah satu cara membuat dia bisa kembali mengingat adalah membuat pola ingatannya kembali. Aku mengambil album kenangan kami yang sepertinya sudah tampak usang, aku berniat untuk mengirimkannya kepada Intan, agar dia bisa mengingatku kembali.
Aku hanya bisa berharap, Semoga album klasik yang tersisa diantara kami berdua dapat mengingatkan dia akan kenangan klasik yang dulu telah kami lalui. Aku hanya bisa berharap sambil meneteskan air mata sambil memasukkan surat dan album kedalam amplop buram.
Mozaik-mozaik hati itu akan membuat sebuah kekuatan yang hampir serupa dengan keajaiban yang tiada tara, bahka akal sehat dan logikamu tak akan mampu menjangkaunya.
****