Tak terasa waktu demi waktu bergulir menggiling harapan dan impian yang kita buat dan akhirnya mengikuti kita. Kiasan tanda tanya yang tergambar dikepala mulai muncul, ketika bertanya-tanya akan yang terjadi dimasa mendatang.
Saturday, 3 June 2023
BICARA TENTANG TEKAD
Friday, 2 June 2023
BICARA TENTANG BELA DIRI
Cerita kali ini akan membahas mengenai bela diri...
Sejak SD, aku selalu mengikuti kegiatan Bela Diri, misalnya ketika kelas lima SD aku ikut Karate, sampai sabuk hijau. Kemudian SMP ikut Taek Won Do.
Sampai akhirnya SMA aku mendalami Pencak Silat, Setia Hati Terate.
Setia Hati Terate merupakan salah satu perguruan pencak silat inti yang ada di Indonesia, bahkan menjadi salah satu ajaran yang tertua.
Persaudaraan Setia Hati Terate sendiri dipelopori oleh Eyang Suro yang mempelajari ilmu bela diri kearifan lokal yang ada di seluruh Indonesia. Adapun campuran aliran bela diri yang masuk ke dalam Jurus-jurus serta gerakan silat, seperti Minangkabau, Cimande, Cilegon, Bali, dan lain sebagainya.
Kenapa sih aku bisa ikut pencak silat?
Keikutsertaan aku dalam kegiatan pencak silat dimulai ketika salah satu guru SMA-ku yang merupakan pendiri dan pelatihan PSHT di Kabupatenku mengajakku untuk ikut.
Caranya mengajak ikut dengan cara membujuk ayahku untuk mendukung dan mendorong aku terus latihan. Jadi, kalau aku nggak latihan... Orangtua akan nanya, "Lho, kok ga ikut latihan hari ini?". Karena nggak enak, akhirnya aku ikut latihan rutin hingga akhirnya jadi rajin.
Awal-awal kita belajar pencak silat PSHT ini, kita akan mempelajari jurus-jurus yang mematikan. Jurus berbahaya yang menyerang daerah vital manusia, seperti leher, ulu hati, dan sebagainya.
Memang sangat menarik sih, karena gerakan PSHT ini gerakan bebas, mirip-miriplah dengan bela diri asli Thailand dan tarung drajat.
Selain mempelajari ilmu pencak silat, kita juga belajar mengenai filosofi filosofi dasar yang harus dihayati oleh orang yang bergabung menjadi siswa di PSHT.
Misalnya:
Sugih tanpa bandha,
Digdaya tanpa aji,
Nglurug tanpa bala, dan
Menang tanpa ngasorake”
Hal ini menjadi koridor dalam pola relasi dan penyelesaian konflik antarpribadi atau kelompok, dimana kita boleh (tidak harus) menang asal tidak dengan menjadikan pihak lain merasa direndahkan. Kemenangan yang didapatkan dengan cara merendahkan lawan hakikatnya tidak akan berarti....
Saat kita sudah masuk ke dalam sabuk hijau, dimana kita menjadi siswa yang memepelajari jurus PSHT lebih lanjut. Filosofi PSHT ini semakin kuat ditanamkan, dimana kita harus mengalih, menangkis baru melawan. PSHT mengajarkan kita untuk menyingkir ketika mengalami gangguan dari lawan, kemudian apabila masih diganggu sebaiknya kita hanya menangkis. Hal ini menunjukkan bahwa PSHT sangat-sangat menjunjung perdamaian.
Semakin lama, jurus-jurus yang dipelajari juga adalah jurus yang sifatnya untuk menghindar dan menghalau pukulan dari lawan. Dulu, saat SD SMP aku adalah orang yang sangat suka berantem. Setiap minggu pasti aja ada tingkah buat berkelahi sama kawan.
Tapi, setelah SMA aku lebih dapat menahan diri. Hal ini dikarenakan banyak folosofi hidup yang aku dapatkan dan pelajari di PSHT.
Banyak sih aturan-aturan yang saya dapatkan di PSHT, misalnya kita tidak boleh melakukan atraksi pukul balok / batu bata sampai patah. Hal ini dikarenakan tindakan tersebut merupakan bentuk dari kesombongan.
Sampai akhirnya kita disahkan / diwisuda dari siswa menjadi warga / pendekar PSHT lebih dituntut untuk memiliki kebijaksanaan. Hal ini dikarenakan manusia dengan bela diri tanpa kebijaksanaan, maka akan tidak lebih baik daripada hewan.
Wednesday, 31 May 2023
BICARA TENTANG PERTEMUAN PERTAMA
Menyusuri pusat kota sepanjang sisi trotoar, dibawah rindang pohon angsana. Malam itu aku berjalan sendiri mencari ketenangan, bias lampu yang sedikit mengusikku tak dapat lagi terusir. Walaupun mereka mengusikku, bukankah orang banyak membutuhkannya juga sebagai pelita dikala gelap.
Tuesday, 30 May 2023
Cerita Tentang Hari Lanjut Usia
Malem ini gelap banget, kami lagi persiapan buat kegiatan Geriatri Ceria yang memang rutin kita buat tiap tahun. Selain kegiatan tahunan, kita juga rutin ke panti jompo buat ketemu oma dan opa kita setiap tiga bulan sekali. Jadi nama kegiatannya Ceria Geriatri, cukup aneh bukan? Oh iya, kenapa harus ceria? Kenapa harus buat geriatri ceria? Jawabannya ada dibawah ini.
Cerita kali ini bercerita tengan kisah kami yang selalu merayakan hari geriatri yang jatuh pada tanggal 29 Mei. Udah pada tau nggak semua?
Geriatri yang biasa disebut dengan lansia (kalo bahasa gaulnya) adalah sebutan untuk orang-orang yang telah menginjak usia emas. Nah, bukankah kita semua akan mengalami hal yang sama? Kita semua akan menginjak usia emas lho? Kecuali yang udah keburu meninggal.
Jadi, perjalanan kami di panti jompo memang menyenangkan. Kita mengaji bersama mereka, kita berdo’a agar beliau-beliau sehat sentausa disana, bermain dengan orang tua, kita memeriksa kondisi kesehatan mereka, lalu kita makan bareng. Bukankah itu sangat menyenangkan?
Kita berbagi keceriaan kepada mereka. Apakah anda tau dengan tigabelas sindrom orangtua? Ada yang namanya inkontinensia, jadi inkontinensia adalah penyakit dimana orangtua nggak bisa mengontrol pipisnya. Ada juga yang disebut dengan Demensia, dimana orang tua mengalami penurunan fungsi otak. Tapi diantara semua penyakit yang mengenai orangtua, hal yang paling memilukan adalah “Dikucilkan” oleh anak-anaknya dari keluarganya.
Tunggu dulu sebentar, dikucilkan?
Coba ente-ente semua survey nenek-kakek di panti jompo. Kira-kira ada nggak yang minta ke anaknya buat dititipin ke panti jompo?
Contohnya gini, neneknya bilang “Nak, masukin ibu ke panti jompo dong. Siapa tau ibu bisa party-party sama kawan-kawan seumuran ibu.” Bayangkan aje, kira-kira ada nggak yang kayak gitu? Kalo ada yang kayak gitu, sebaiknya nama panti jompo kita ganti jadi party jompo.
Rata-rata, orangtua yang di”letakkan” di panti jompo adalah orang tua yang kesepian. Karena mereka ditelantarkan begitu saja oleh keluarganya. Banyak alasan anak menaruh orangtua yang telah mengurusi mereka dari dalam kandungan sampe besar dan kerja-eh tiba-tiba masukin ibunya kepanti jompo.
Terlalu banyak alasan, dan tidak ada alasan yang legal menurut saya untuk meletakkan orangtua kita di panti jompo. Kecuali apabila memang keluarganya sudah tiada semua. Tapi, saya rasa kurang logis deh.
Jadi, saya ada bertemu dengan oma yang ditinggal oleh anaknya karena anaknya nggak tahan lagi ngurusin oma. Oma kena penyakit stroke, tau stroke? Bukan yang buat belanjaan ya. Tapi penyakit kelumpuhan yang menderita seseorang karena pecahnya pembuluh darah otak. Jadi, oma nggak bisa BAB dan BAK sendiri sehingga Oma membutuhkan bantuan anak-anaknya untuk bukain celana oma, lalu liatin oma BAB dan BAK, dan cebokin (maaf) oma habis buang air. Memang sih, terlalu extreem. ..
Tapi bukankah dulunya orangtua kita juga melakukan hal yang sama dengan kita? Orangtua kita membuka celana kita, menggendong kita ke WC, membersihkan kotoran kita dan bahkan menceboki kita waktu kita masih bayi. Betul nggak?
Jadi ada sedikit kisah di Jepang yang memiliki kebiasaan membuang orang-orang yang diangga tak berguna lagi seperti orangtua. Jadi ada cucu, ayah dan kakek. Sang cucu sangat dekat dengan sang kakek sampai-sampai mengalahi dekatnya dengan ayahnya.
Tapi suatu hari sang ayah memasukkan sang kakek kedalam keranjang untuk dibuang di hutan. Sang anak sontak bertanya, “Ayah, kakek mau dibawa kemana?”
Sang ayah menjawab dengan santainya, “Mau kita buang ke hutan.”
Anaknya menanggis sambil berkata, “Baiklah ayah, nanti kalo pulang bawa balik kerangnya kesini ya. Jangan dibuang sama kakek.”
Sang ayah yang bingung balik bertanya, “Buat apa kamu?”
“Buat buang ayah kalo udah tua nanti.” Jawab sang anak polos dan lugunya.
Jadi, inti dari cerita diatas bukankah kita nanti akan punya keturunan juga? Bukankah kita ingin diperlakukan dengan baik oleh keturunan kita nanti? Siapa sih yang senang diperlakukan tidak menyenangkan? Nggak ada yang mau juga.
Maka dari itu, marilah kita perlakukan orang lain dengan cara sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Tapi kenapa banyak orang yang tidak memperlakukan orangtua nya dengan baik setelah dewasa? Bahkan setelah punya anak dan istri?
Kita juga pernah ketemu dengan Opa yang mantan Brimob. Hartanya banyak buangetttt. Beliau berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi orang sukses dan bekerja dalam posisi yang sangat bonafit seperti jadi dosen, insinyur dan bahkan ada yang jadi kepala dinas.
Trus, kalo uang Opa banyak kira-kira uangnya sekarang kemana?
Dalam penelusuran kami ke Opa. Anak-anak Opa berebut harta Opa, hingga akhirnya Opa yang jadi strees dan mengalami hipertensi. Hartanya Opa habis diambil oleh semua anak-anaknya, tetapi apa balasan dari anaknya? Opa dimasukin ke panti jompo, katanya biar nggak banyak bicara lho! Katanya gara-gara Opa banyak tanya. Whattt? Hanya gara-gara banyak tanya? Bukannya kita harus maklum namanya juga orangtua, pasti fungsi otaknya sudah mulai menurun. Jadi wajar-wajar banget kalo Opa banyak tanya sama anak-anaknya.
Nyadar nggak kita waktu masih balita juga banyak tanya?
Jadi ada cerita tentang ayah, anak dan burung gagak. Jadi disuatu tempat ada anak yang berusia duapuluh lima tahun duduk bersama ayahnya yang berusia enampuluh tahun. Disaat mereka duduk didepan rumah, ayahnya melihat burung yang hinggap dipohon mangga depan rumah.
Sang ayah bertanya, “Nak, apakah itu?”
“Itu gagak ayah.” Jawab anaknya dengan nada datar.
Tak lama kemudian sang ayah bertanya kembali, “Itu apa nak?”
Kemudian dengan nada yang mulai jengkel sang anak menjawab, “Itu gagak ayah, coba lihat ayah! Itu gagak.” Jawab anaknya.
Hingga akhirnya ayahnya mengulang pertanyaan itu lagi, lagi dan lagi. Hingga akhirnya ayahnya mengulang pertanyaan itu untuk yang kelima kalinya, “Nak, itu apa?”
Anaknya langsung membentak ayahnya, “Ayah! Bisakah ayah diam sejenak. Itu gagak, sudah lima kali saya jawab itu gagak ayah.”
Sontak, tersakitilah hati sang ayah. Sang ayah menanggis sambil masuk kerumah.
Sang anak yang bingung langsung jadi salah tingkah. Tambah heran lagi ketika melihat ayahnya keluar membawa album usang yang berisi foto-fotonya saat balita. Kemudian sang ayah sambil menanggis bilang, “Dulu usiamu lima tahun, kau bertanya kepadaku ‘ayah itu apa?’, aku hanya bisa menjawab ‘itu gagak anakku’.” Ucap sang ayah dengan diperhatikan oleh sang anak.
Ayah melanjutkan ceritanya sambil menanggis, “Kau bertanya hal yang sama sebanyak duapuluh kali. Aku tetap menjawab dengan lemah lembut, tapi kenapa saat aku bertanya hanya lima kali kau sudah marah-marah anakku?” tanya sang ayah.
Memang sangat miris ketika melihat nasib orangtua di hari orangtua. Ditempat dan didunia yang dulunya mereka membesarkan anak-anak mereka, yang ternyata anaknya-lah yang membuang mereka. Sungguh menyedihkan. Apalagi sanitasi dan kondisi makanan yang kurang baik di panti jompo. Orangtua rentan terkena pneumonia, bahkan terkena penyakit menular lainnya dan juga resiko gizi kurang.
Jadi kita musti ngapain?
Marilah kita sadarkan orang-orang disekitar kita tentang arti orangtua dalam hidup kita, marilah kita sadarkan bahwa merawat orangtua yang dulunya juga merawat kita adalah amal baik yang sangat besar walaupun tak dapat sebanding dengan budi baik orangtua kita.
Perjuangan ibu yang melahirkan kita dengan bertaruh nyawanya, melawan maut dengan harapan yang satu! Anakku lahir dengan selamat.
Ayahku yang panas-panasan mencari nafkah, untuk memberikan kehidupan yang layak untuk kita. Marilah kita sayangi orangtua kita kini, nanti dan kelak hingga akhirnya mereka berkata “Kami menunggumu di Surga-Nya anak-anakku.” Aamiin YRA
Panti jompo memang sedikit mengenaskan, tidak seperti party jomblo.
Monday, 29 May 2023
Mengenal Epilepsi
Epilepsi, tentunya kita tidak asing dengan kata epilepsi. Hal ini disebabkan oleh karena epilepsi sudah menjadi salah satu masalah kesehatan yang menonjol di masyarakat karena permasalahan tidak hanya dari segi medik tetapi juga sosial dan ekonomi yang menimpa penyintas maupun keluarganya. Pasien epilepsi sering mendapatkan stigma dari masyarakat. Mereka cenderung untuk menjauhi penyintas epilepsi. Bagi orang awam, epilepsi dianggap sebagai penyakit menular (melalui buih yang keluar dari mulut), penyakit keturunan, menakutkan dan memalukan, meskipun anggapan tersebut tidak benar.
Kejang satu kali tidak dapat langsung dikatakan sebagai epilepsi (sekitar 10% penduduk dunia pernah mengalami satu kali kejang selama hidupnya). Epilepsi didefinisikan sebagai dua atau lebih kejang yang tidak terprovokasi. Epilepsi adalah salah satu kondisi tertua didunia, tercatat sejak 4000 tahun sebelum masehi. Ketakutan, ketidakpahaman, diskriminasi, dan stigma sosial mengelilingi epilepsi sejak berabad-abad lalu. Stigma ini terus berlanjut diberbagai negara sampai saat ini dan berdampak pada kualitas hidup penyandang dan keluarga.
Kejang merupakan salah satu kondisi yang berupa perubahan perilaku akibat episode aktivitas listrik yang abnormal di otak. Kejang merupakan gerakan tubuh yang terjadi secara mendadak dan tidak terkontrol. Kondisi ini merupakan gerakan tidak disadari atau involunter dari saraf otak. Selama kejang seseorang mengalami goncangan cepat tak terkendali dan berirama, dengan diikuti oleh kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi berulang kali.
Epilepsi dapat terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun wanita tanpa memandang umur dan ras. Jumlah penyintas epilepsi meliputi 1-2% populasi dunia dan secara umum diperoleh gambaran bahwa insidens epilepsi menunjukkan pola bimodal, dimana puncak insiden epilepsi berada pada golongan anak dan lanjut usia. Beberapa faktor yang menjadi penyebab epilepsi adalah trauma kepala, tumor otak, radang otak, riwayat kehamilan jelek dan kejang demam. Sekitar 0,5-12% kejang demam berulang merupakan faktor predisposisi terjadinya epilepsi di kemudian hari.
Epilepsi merupakan gangguan kronis yang ditandai dengan bangkitan kejang berulang akibat gangguan fungsi otak. Epilepsi sesungguhnya bukanlah suatu penyakit, tetapi sekumpulan gejala yang disebabkan oleh gangguan susunan saraf pusat (otak) yang dicirikan oleh terjadinya serangan kejang yang terjadi tiba-tiba dan berkala, bahkan dalam beberapa kasus ada orang yang mengalami epilepsi dengan bentuk “bengong” atau melamun dalam beberapa detik dan kemudian akan kembali sadar, yang disebut sebagai absans atau petit mall.
Epilepsi dapat menyebabkan kondisi yang sangat fatal, salah satunya adalah status epilepticus (SE) yang merupakan kondisi yang disebabkan oleh kegagalan mekanisme yang bertanggung jawab dalam menghentikan kejang atau dari inisiasi mekanisme yang menyebabkan kejang berkepanjangan. Kondisi ini dapat memberikan dampak jangka panjang (terutama jika durasinya >30 menit) seperti kematian, cedera, dan perubahan jaringan otak yang tergantung pada jenis dan durasi kejang.
Seseorang dapat dikatakan epilepsi apabila telah melakukan pemeriksaan ke ahli neurologi (dokter spesialis syaraf). Penegakkan diagnosis epilepsi dapat ditentukan melalui pemeriksaan EEG atau elektro-ensefalo-grafi. Pemeriksaan EEG sendiri ditanggung oleh BPJS apabila diindikasikan oleh dokter ahli neurologi. Setelah didiagnosis epilepsi, dokter akan memberikan obat yang harus dikonsumsi secara rutin oleh pasien.
Obat-obatan antiepilepsi pada dasarnya tidak diberikan untuk tujuan menyembuhkan epilepsinya sendiri. Obat-obatan ini diberikan untuk mengontrol dan mencegah kejang terjadi. Epilepsi dapat berkurang atau menghilang dengan sendirinya setelah beberapa tahun menjalani pengobatan.
Pengobatan untuk epilepsi sendiri juga bermacam-macam, biasanya akan diawali dengan pemberian obat-obatan antiepilepsi terlebih dahulu, dan dilihat kembali respon pengobatannya. Bila tidak berespon baik terhadap obat-obatan, maka dapat dipertimbangkan metode terapi lainnya misalnya dengan stimulasi nervus vagus ataupun operasi otak. Pada beberapa orang, diet tertentu juga dapat membantu mengurangi frekuensi kejang pada penyintas epilepsi.
Pasien harus menjalani terapi sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Silahkan tanyakan kemungkinan dilakukannya diet tertentu untuk membantu mengurangi frekuensi kejang (meskipun seorang pasien epilepsi dapat menjalani diet ini, tetapi tetap harus meminum obat antiepilepsi secara rutin sesuai rekomendasi dokter anda).
Penyintas yang mengalami epilepsi ringan tetap harus mengkonsumsi obat antiepilepsi secara rutin, meskipun tidak memiliki gejala yang berarti. Namun perlu kita ketahui bahwa kejang berkepanjangan bisa meningkatkan risiko terjaidnya kerusakan otak permanen dan risiko kematian mendadak pada penyintas epilepsi. Kejang yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan pada penyintas epilepsi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan dan cedera tubuh.
Tidak sedikit penyintas epilepsi yang merasa terganggu dengan penyakitnya tersebut, karena gejala kejang bisa kambuh sewaktu-waktu dan tanpa penyebab. Namun, beberapa pengidap menyadari bahwa kejang terjadi dalam suatu pola, atau lebih mungkin terjadi dalam situasi tertentu. Kadang-kadang hal itu hanya kebetulan, tapi di lain waktu tidak. Nah, mengetahui faktor yang bisa memicu kejang bisa membantu mengantisipasi gejala tersebut. Kamu juga bisa mencari cara untuk mencegah atau mengurangi epilepsi kambuh di kemudian hari.
Pada beberapa pengidap epilepsi, kejang cenderung disebabkan oleh situasi tertentu. Namun, faktor pemicu pada tiap pengidap juga berbeda-beda. Mengamati faktor-faktor yang terjadi sebelum kejang bisa membantu kamu untuk mengetahui apa yang menjadi faktor pemicu epilepsi kamu kambuh.
Berikut ini faktor umum yang bisa menyebabkan epilepsi kambuh, yaitu: waktu-waktu tertentu saat pagi atau malam hari; kurang tidur, seperti kelelahan atau tidak bisa tidur dengan baik; ketika sedang sakit atau mengalami demam; lampu yang sangat terang atau lampu berkedip; penggunaan alkohol, obat-obatan, atau narkoba; melewatkan jadwal makan, sehingga kadar gula darah rendah; makanan tertentu atau kafein berlebih juga bisa memperparah kejang; stres; terkait dengan menstruasi (pada wanita) atau perubahan hormon lainnya; dan, melewatkan jadwal makan obat.
Sebagian besar aktivitas rumah dapat berisiko bagi penyintas epilepsi. Sejumlah penyintas dapat meninggal akibat tenggelam di bak mandi, sehingga bak mandi harus dangkal, pintu kamar mandi harus tetap tidak terkunci, dan seseorang di rumah harus diberi tahu jika penyintas akan mandi. Beberapa penyintas juga berisiko saat memasak mengalami luka bakar, sehingga harus benar-benar diawasi.
Memasak dengan wajan minyak panas atau air panas harus dihindari. Penjaga untuk api terbuka, radiator, dan alat masak disarankan. Seseorang dengan epilepsi berat mungkin memiliki kekhawatiran tentang apakah orang tersebut harus tinggal sendiri, apakah akomodasi yang sesuai (tangga.), dan apakah anak-anak yang memerlukan bantuan pada posisi rentan jika kejang terjadi.
Sebagian besar pekerjaan dapat dilakukan oleh penyintas epilepsi aktif. Epilepsi termasuk dalam Disability Discrimination Act (2005) di Inggris yang mengatur diskriminasi terhadap orang dengan epilepsi saat melamar pekerjaan apa pun. Penyintas epilepsi pada umumnya harus menjauhi pekerjaan atau aktifitas yang berhubungan dengan mengemudikan kendaraan baik untuk pribadi maupun umum, bekerja di ketinggian atau dengan mesin.
Kebanyakan anak yang mengalami epilepsi dapat bersekolah di sekolah biasa dan hanya sebagian kecil yang memiliki kesulitan belajar tambahan. Hanya pasien epilepsi berat yang memerlukan pendidikan khusus. Banyak diantara penyintas epilepsi kurang berprestasi di sekolah. Sebagian besar penyebab kondisi tersebut bersifat biologis dan sebagiannya lagi bersifat sosial.
Hal ini disebabkan oleh karena epilepsi itu sendiri mungkin menjadi penyebab utama akibat rasa kantuk atau gangguan kognitif, atau dalam kasus tidak adanya kejang, tetapi secara terus-menerus mengganggu kesadaran penyintas. Guru kelas harus diberitahu agar waspada terhadap kemungkinan kekambuhan dan pem-bully-an serta mengambil tindakan untuk mengatasinya. Pendidik juga dapat membuat semacam kurikulum mengenai penanganan kejang pada anak-anak di kelas yang belajar bersama penyintas epilepsi.
Sunday, 28 May 2023
SENYUM INDAH ITU
Tak terasa waktu sudah berlalu, tahun sudah digantikan oleh tahun tahun setelahnya. Tak sedikit cerita suka, duka dan masalah-masalah yang datang menerpa, membutuhkan solusi yang harus diambil dengan cepat. Kebahagiaan yang tak ingin terlewati membuat kita ingin mengingat hal itu bahkan mengulanginya sekali lagi.
Saturday, 27 May 2023
BICARA MASALAH TUJUAN
Bertemu dengan beberapa temanku menjadi ingat ketika kami masih dipanggil dengan sebutan tiga serangkai. Beberapa tahun yang lalu, ketika kami meninjau sebuah perkampungan yang mengalami gagal panen sehingga mereka kehilangan mata pencarian, hingga akhirnya kami memiliki ide untuk mengajarkan penduduk cara membuat nata de cassava. Tidak hanya omong kosong, dan ternyata hal itu membuahkan hasil berupa penghasilan baru pasca gagal panen.
.jpeg)